Entah aku sudah lupa proses dan kenangannya seperti apa. Sarung biru itu katanya ada sekitar buatan Arin sendidri. Salah satunya diberikan kepadaku dan satunya untuk Heru sahabatku. Hadiah istiewa itu masih membekas dihatiku sampai sekarang.
Memang sarung itulah yang membuat diriku tergerak untuk sholat dan di akhir sholat ku doakan “semoga yang memberikan sarung ini mendapatkan kebahagiaan Dunia Akhirat”. Kini sarung itu ketinggalan di Jogja ketika awal November lalu aku pulang ke Jogja. Maklum aku buru-buru mengejar waktu untuk mengantar bapak ibu kejakarta. Semoga saja awal januari ini sarung itu bisa kuambil di jogja.
Ia bilang bahwa dia ingin menjahit baju dan beberapakali katanya mengajari teman-temannya menjahit baju. Sayang aku agak malu ketika harus menjahitkan bajuku yag robek kepadanya.
2 komentar:
By. Arin Zebua
demikian sodara dari nias memanggilku. arin ingin cerita tentang jaket coklat tebal dan kuno yamg diberikan seorang kakak pada adeknya. sang adek yang kuper dan ndeso, tidak tahu model, dan pokoe ndeso banget diberi jaket tuebel jaman dahulu, langsung berbinar-binarlah matanya, penuh sesak hatinya karena belum pernah punya jaket sebagus itu menurutnya. dirumah gadis itu masih ada satu jaket yang lumayan bagus tapi tidak tebel, lumayan mahal bagi seorang gadis desa yang nggak pernah masuk supermarket atau swalayan besar pada jamannya. sejak punya jaket tuebel itu, sang gadis terus berfikir pada siapa jaket mahal dirumah akan diberikan? ahirnya tidak lama kemudian jaket pemberian bapaknya itu diberikan pada kenalan barunya yang kedinginan karena hujan dan nggak bawa jaket. beberapa waktu lamanya jaket tebel dari sang kakak bertengger dibadan sebagai satu-satunya jaket. sampai akhirnya ada bencana melanda negeri ini. kemudian gadis itu meminta ijin pada kakakny untuk menyumbangkan jaket itu, demikian katanya: "kak, jaket ini jaket terbagus milikku. jaket ini secara fisik milikku, tetapi sejatinya milik kakak". Kakakpun bengong berkomentar, :"kan kakak dah nggak pake?". gadis itu meneruskan kalimatnya,:"karena kakak ikhlas memberikannya padaku, maka disisi Allah SWT jaket ini milik kakak, disisi Allah SWT dicatat sebagai amal kakak. sekarang adek ingin jaket ini jadi milik kita berdua disisi Allah SWT, jadi adek berniat menyumbangkannya..." sang kakak tertegun dan matanya berkaca-kaca, jaket itu diberikan pada adiknya karena sudah ketinggalan jaman, tapi tidak demikian dimata adiknya. sang kakak mengantar adiknya ke posko-posko bencana alam. dari jauh dilihatnya sang adik berjalan mendekati posko. tapi aneh, sang adik lewat pintu belakang, mengendap-endap, kemudian pelan-pelan meninggalkan buntalan tas kresek hitam di meja belakang panitia.
"dek, bagaimana mereka tahu itu untuk disumbangkan?" sang kakak masih heran campur gemez memandang sang adek. dengan polosnya pertanyaan itu dijawab,:"Allah suka kita memberi tapi tidak dicerita-ceritakan, tadi sudah kutulis disecarik kertas tanpa nama bahwa jaket dan 3 bungkus mie instan itu buat korban bencana alam".
kak, betapapun hidup itu berat karena penuh tanggung jawab, selama hati masih mampu menyentuh sasmita alam dan sekitar, selama itulah akan ada air mata nikmat, haru, bahagia, dan syukur.
aku mencintaimu, mendoakan semoga keberkahan Allah SWT terlimpah atasmu, dan semoga pernikahan menuju keluarga sakinah, mawadah, warohmah segera dapat kakak raih. smin. aku tidak suka melupakan semua kenangan indah kita, kenangan lucu dan aneh, kenangan sesama pecinta keunikan yang merupakan tanda-tanda kebesaran-Nya. bukankah persahabatan kita sangat luar biasa? ya, karena kita mensyukurinya, dan selalu belajar mengambil hikmah darinya.
buat mbak titik, entah mengapa akujenak sekali dirumahmu yang jauh dari terminal itu. entah mengapa aku merasa nyaman berada dalam tatapan mata ibu, dan nggak tahu juga aku merasa rumahmu itu rumahku juga. maafkan aku suka terlalu jujur mengungkapkan penilaianku terhadap apa saja tanpa merasa berdosa padamu. padahal mungkin kata-kataku itu menyakiti mu. kupikir benar, memang aku sungguh aneh dan kejam. maafkan aku ya mbak.... ingt ya, jangan berani-berani galak sama kakakku, kasian dia tu pendiam dan agak jireh dikit.. hue hehehe... soale kalo makan bareng aku, suka tak rusuhi, diammmmmmmm saja, tak minta lauknya.. diammmmmmmmmmmmm saja... kan aku jadinya seneng banget.......................... :)ssst...st..st...jangan keras-keras ngerumpinya, ntar dia dengar!
dah ya mau ngerjain skripsi dulu. salam buat semua saja. love u n miss u. mas peno... maapin arien ya.... karena suamiku lebih tua dan dewasa dari kalian JADI.... MULAI SEKARANG PANGGIL AKU:
MBAK ARIN... hahaha
ATAU
NY. DENI juga boleh....
minggu ini aku mendapatkan sahabat baru.
Namanya Wahyu purwantiningsih
kemudian darinya ku mendapatkan sahabat yang lebih baru
namanya Agung
dan darinya ingin kudapatkan sahabat baru lagi
dan aku ingin punya sahabat baru
tapi ku kan slalu menyimpan kenangan
kenangan indah bersama sahabatku
Inilah sebagian dari tulisanku
selamat membaca
Posting Komentar