Anak kurang ajar, lugu (lutung gunung), jelek, gendut, manja atau perkataanku yang jelek lainnya banyak yag terlontar untuknya. Semua dia lahap tapi bukanlah kejelekan yang Nampak keindahan yang luar biasa. Samudera demikian aku menyebutnya.
Samudera mempunyai sifat menerima apapun yang diberikan kepadanya. Dia terima tinja manusia yang terbawa arus sungai, ia terima pula tanah dari sungai apapun yang dari sungai ia terima. Bahkan sekarang dia juga tak keberatan dibuangi minyak dari kapal-kapal diatasnya.
Indahnya lagi dia mampu mengolahnya menjadi indah dan berguna semua limbah. Ketika ada tinja datang diberikannya kepada ikan. Ketika tanah masuk dalam lautan dijadikannya sebagai garam.
Demikianlah Ika Wulandari dia mampu mengolah semua ejekanku sebagai bahan yang memperindah dan mempererat tali persahabatan. Semoga tali persahabatan diantara kita kian erat walau kini jari manismu telah terpasung oleh cincin itu.
Rabu, 26 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar