Jumat, 21 Desember 2007

Emas dari gunung kidul

Melihat sepak terjang Arin merupakan kekaguman tersendiri bagiku. Dia tak menyianyiakan waktu. Berbagai kegiatan dia ikuti. Religi, social dan kepenulisan serta pendidikan itulah kegiatanya diluar kuliahnya. Hanya dia tak terlihat dalam perhelatan politik kampus. Tak ada juga jabatan yang ia sandang didalam kepengurusan organisasi manapun kecuali pada waktu KKN.
KKN di Nias merupakan bukti kepeduliannya untuk merenovasi pendidikan Nias pasca gempa. Selain itu juga ditunjukkannya pasca gempa Jogja. Tapi dia tetap diam tanpa bicara sombong dengannya.
Pernah aku membicarakan kelebihan-kelebihan Arin dengan titik yag membuat aku dan titik bebincang lebih dari 3 jam. Itupun kami belum begitu puas karena terhalang oleh malam dan aku harus pergi ke Yogja, dan Sorenya harus ke Jakarta.
Tak ragu lagi sekarang kusebut ia sebagai emas dari gunung kidul. Walaupun sebenarnya punya darah Palembang, aku lebih suka dia berasal dari gunung kidul. Di daerah berbatu itulah banyak sekali emas yang timbul apabila digali. Salah satu buktinya SMK Wonosari menjadi SMK internasional.
Emas bukan sekedar logam mulia. Keindahannya menjadikannya perhiasan didunia. Orang tak akan menolak jika emas diberikan kepadanya. Bahkan dalam buku rich game emas merupakan investasi teraman. Harganya cenderung naik mengapa?
Karena berbeda dengan kayu atau besi yang bisa lapuk dan berkarat. Emas tak mengenal istilah tersebut. Besi jadi tanah di tempat sampah itu biasa. Kayu dimakan rayap ditempat lembab bukan hal yang aneh pula. Tetapi apabila emas dikubangan lumpur tetap saja kelihatan keindahannya.
Engkau adalah emas yang indah. Dimanapun tempatnya tetap indah, walaupun dikubangan sampah, gunung kidul atau di lembang atau daerah lainnya kau tetap jadi emas. Di samping Deni Suharyonopun enkau tetap emas. Emas tetaplah emas.

Tidak ada komentar: