Aku datang dengan cinta
Aku akan selalu mencintaimu
Tak ada orang lain dihatiku
Cinta adalah sumber kreativitas
Cinta kadang membungkam kreativitas
Cinta adalah sumber kebenaran
Kadang cinta mengingkari kebenaran
Cinta membuat manusia hidup semangatnya
Kadang cinta jugalah yang mematikan hidupnya
Cinta adalah anugerah Yang Esa
Tapi Kadang dia tertutup hijab yang tebal
Nampaklah hanya Hijabnya saja
Kadang hijabnya menimbulkan kebaikan
Dan tak jarang menimbulkan keburukan
Cinta sejati hanya dibelakang hijabnya
Itulah cinta abadi
A. Cinta atau Nafsu
Pertama kali saya berkunjung ke rumah pak Sumarno aku langsung disuguhi oleh sebuah dialog yang hangat tentang cinta. Dosen matematika tersebut mempunyai sebuah penjelasan yang aneh. Dia melihat dengan asal penciptaan malaikat dan setan. Setan diciptakan dari api sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya. Kemudian beliau dengan bertanya ”cahaya apa yang tidak berasal dari api ?” Seolah tidak bertanya dia menjawab sendiri ”semua cahaya berasal dari api”. Cahaya matahari misalnya berasal dari api proses fisi dan fusi matahari. Cahaya bulan juga berasal dari matahari. Cahaya lampu berasal dari percikan api listrik (dalam ilmu listrik karena hubungan pendek atau konsleting). Apa maknanya? Semua kebaikan pasti ada sumbernya (setidaknya pembandingannya) yaitu kejahatan. Kebaikan adalah sebuah sisi lain dari kejahatan, bagaikan kedua sisi uang logam tidak dapat dipisahkan.
Apa hubungannya dengan cinta dan nafsu. Cinta ibarat cahaya sedangkan nafsu sebagai apinya (setan). Ciri cahaya selalu memberi penerangan kepada orang, sedangkan api selalu membakar siapapun yang mendekatinya. Cinta kita bagaikan cahaya. Cinta akan menjadi penerang saat orang yang kita cintai berjalan ditengah kegelapan. Perasaan cintalah akan membuat orang yang mencintai mempunyai cita-cita, visi, misi dan tujuan agar orang yang dicintainya bahagia baik dunia maupun akhirat. Sedangkan nafsu merupakan api yang ingin membakar orang yang dicintainya. Sifat api adalah merusak tetapi api yang dapat dikendalikan akan menjadi sebuah sumber cahaya. Contohnya lampu yang apinya dibungkus yang kelihatan adalah sebuah cahaya yang dapat menerangi manusia disaat kegelapan malam tiba. Di dalam budaya masyarakat kita pengandalian tersebut diaplikasikan salah satunya dengan pernikahan.
B. Cinta adalah cahaya
Cinta dalam bahasa arab disebut dengan Al Hubb, mempunyai padanan kata al qurt yang artinya anting-anting, karena anting-anting yang selalu bergerak-gerak, bergetar-getar ditelinga orang yang memakainya. Demikian pula orang yang sedang bercinta hatinya selalu bergucang-guncang dan bergetar, kadang merasa khawatir, tak merasa tentram, hatinya ingin bergejolak ingin selalu berada disamping kekasihnya. Ada lagi al hubb berasal dari kata al hubriyyah yang berarti gayung besar atau tong besar. Gayung atau tong besar akan penuh apabila disi air demikian juga dengan hati apabila diisi dengan cinta akan penuh sesak. Demikianlah sebuah analisis yang disampaikan sepasang suami isteri Naszhif Masykur dan Evi Ni’matuzzakiyah (2005) dalam bukunya yang berjudul Cinta Kita Beda ditambah tanda seru 2.
Memang perasaan kita akan bergetar-getar jika sedang dilanda cinta. Perasaan itu pasti dialami pula saat kita sedang melakukan perbuatan jahat dan takut diketahui oleh orang lain. Maka Naszhif Maskur dan isterinya menyatakan orang akan cemas, khawatir dan dadanya penuh sesak. Pengertian tersebut masih terlalu subyektif karena cinta mengarah pada perbuatan jahat (api=setan), bukannya perbuatan baik (cahaya=malaikat). Bisa dimaklumi karena dalam buku tersebut diterbitkan untuk melarang pacaran yang sedang gencar-gencarnya dikampanyekan di Jogja setelah hasil penelitian Iip Wijayanto menyatakan bahwa lebih dari 97% mahasiswa Jogja sudah tidak perawan.
Robi’ah (2004) mempunyai pandangan lain tentang cinta. Penulis buku Kenapa Harus Pacaran tersebut memaparkan penelitian seorang antropolog bernama Helen Fischer. Penelitian tersebut menyatakan bahwa cinta manusia dipengaruhi hormon yang berada diotak. Dan sayangnya hormon tersebut hanya bertahan hingga empat tahun setelah mengenal bertemu dengan orang yang dicintainya. Oleh karena itu teori Fischer tersebut disebut dengan Four Years Itch. Oleh karena itu, jika sudah pacaran 3 tahun maka gelora cinta tinggal 1 tahun lagi setelah menikah.
Hal tersebut dibantah oleh Shodiq (2004) dengan apa yang dialami oleh Aisyah. Si pipi merah jambu tersebut merasakan perasaan cemburu tak lain dan tak bukan untuk istri tertua nabi Muhammad yang telah meninggal. Bukan pada isteri-isteri lainnya yang masih hidup. Berarti cinta nabi Muhammad tidak hanya empat tahun. Jika teori four year its tersebut benar maka tingkat perceraian pada pernikahan tinggi tapi nyatanya tidak. Alasan perceraianpun tidak menyataan sudah tidak cinta lagi tetapi karena perbedaan prinsip, ada orang ketiga, keluarga dan kemandulan.
Dalam sebuah adegan film terdapat pernyataan yang sangat menyentuh jiwa tentang cinta. Semua makhluk di dunia ini diberi insting untuk mempertahankan diri. Harimau punya cakar, ular punya bisa dan manusia..... Manusia punya cinta. Dengan cintai kita bisa bertahan dikedinginan malam saat hujan. Cinta sekarang menjadi senjata yang melebihi pedang. Saya setuju dengan pernyataan bahwa lidah lebih tajam dari pada pedang, dan ditambah cinta yang akan memenangkan peperangan dari pasukan pedang. Bayangkan Rosulullah setiap pergi ke masjid ada saja yang melempari dengan kotoran. Suatu ketika ada yang aneh saat dia bergi ke masjid tiada orang yang melempari. Usut punya usut ternyata orang yang biasanya melempari tersebut sakit. Setelah tahu rosul yang merasa cinta dan kangen dengan berkah lemparan kotoran tersebut berkunjung ke rumah ikut prihatin karena sakit sambil membawa makanan untuknya. Itulah salah satu dakwah islam dengan cinta, walaupun orang lain membenci kita.
C. Cahaya Illahiah
Apabila gunung bisa melihat Allah dia langsung meletus karena kedasyatannya. Allah adalah zat yang Ghoib. Karena ghoib maka tidak dapat dilihat hanya bisa dirasakan. Orang-orang budha menyembah tuhannya melalui patung-patung batara atau di jepang disebut alvatar yang artinya perantara. Orang islampun demikian dia membaca ayat-ayat Allah sebagai perantara. Demikian mereka mempunyai pengertian tentang Tuhan. Tetapi ada yang menarik dari cahaya Illahiyah. Mengapa disebut cahaya? Apakah Allah bagaikan cahaya? Mari kita kaji dengan akal kita pemberian Allah SWT untuk mengenal dan membuka hijabnya.
Merasakan kehadiran Allah oleh beberapa murid persilatan melalui olah pernafasan. Setiap nafas yang bergerak yang menggerakkan adalah Allah. Hal ini ibarat dedaunan yang tertiup oleh angin, mata bisa memandang daun-daun yang menari tetapi tak dapat melihat anginnya. Dengan merasakan kehadiran Allah yang menggerakkan sistem pernafasan tersebut hati akan bergetar. Sebenarnya Allah hadir tidak hanya melalui pernafasan tetapi juga melalui apa aja yang bisa kita rasakan melalui rasa sukur dan membuat diri kita seolah-olah tidak ada dibandingkan Dia. Orang-orang sufi menyatakan kita dalam keadaan zero mind
Ciri orang yang beriman salah satunya apabila disebutkan Asma Allah hatinya bergetar. Tetapi berdasarkan Zohar (2004) setiap ada getaran jiwa fosphor dalam otak spiritual akan aktif dan kelihatan bercahaya. Aktifnya fosfor tersebut akan menggetarkan hati manusia. Apakah cahaya illahiyah tersebut adalah cahaya yang dihasilkan oleh fosfor tersebut, huwallahualam. Para sufi yang menyatakan telah membuka hijab illahi, cahaya yang dimaksudkan bukan cahaya yang tampak oleh mata tetapi cahaya yang tampak oleh hati. Karena mereka membagi penglihatan menjadi 3 yaitu penglihatan fisik, penglihatan akal dan penglihatan hati. Tetapi menurut asumsi saya, penglihatan hati ini terasa dalam bentuk getaran jiwa.
Bergetarnya hati tidak hanya karena kita sedang melaksanakan kebaikan melalui dzikir merasakan kehadiran Allah disisi kita. Tetapi juga karena kehadiran makhluk-makhluk lain selain Allah misalnya jin dan setan. Sering kita mendengar cerita hantu akan merasa bergetar hati ini. Sering pula apabila ketemu pemuda tampan atau wanita yang cantik, hati kita juga bergetar. Masalahnya manakah yang disebut dengan cahaya illahiyah?
Perlulah kita melatih penglihatan hati dengan berbagai perbuatan. Jika kita berbuat dosa apa yang dirasakan oleh hati dan apabila kita berbuat kebaikan apa yang dirasakan oleh hati. Dengan terus menerus latihan, kita akan mengenal ini adalah perbuatan yang dituntun oleh Allah dan perbuatan itu yang dituntun oleh setan. Beberapa orang yang menjadi paranormal menyatakan bahwa apabila dia mendapatkan sebuah ilham bukan dari penglihatan mata tetapi melalui getaran hati. Semoga saja yang saya tuliskan lebih mendekatkan siapapun yang membaca kepada Allah yang memberikan berbagai cahaya bagi kita.
D. Cinta sebagai cahaya Illahiyah
Cinta dan nafsu sulit sekali dibedakan karena keduanya merupakan satu kesatuan layaknya dua sisi mata uang. Tetapi cinta dapat menjadikan orang sangat bahagia sedangkan nafsu membuat orang sengsara. Keduanya kadang muncul beriringan, mulanya cinta kemudian nafsu timbul atau sebaliknya mulanya nafsu tetapi akhirnya menjadi cinta. Munculnya kedua sifat tersebut sama-sama dengan getaran hati. Getaran tersebut muncul karena hormon seperti yang diungkapkan oleh Helen Fischer. Hormon itulah hasil sebuah pembakaran setiap ada pembakaran ada api dan setiap ada api pasti ada cahaya.
Apabila proses pembakaran dekat dengan hati akan terasa panas dan itulah nafsu. Dan apabila proses pembakaran jauh dari hati dan hati hanya dapat cahayanya saja itulah cinta. Cinta bisa dirasakan lewat getaran dengan frekuensi tertentu. Sebagian besar orang menyintai ibu atau bapaknya, rasakanlah getaran hati yang diakibatkan oleh cinta kita terhadap ibu kita.
Dengan membedakan frekuensi getaran hati (Qolb bukan lever) manusia akan selalu tahu mana perbuatan yang baik dan manakah perbuatan yang jahat. Dengan demikian maka semua perbuatan kita kita jalankan untuk kebaikan agar selalu mendapat petunjuk dari Allah. Hati bisa jadi mati, atau sakit. Ciri hati mati adalah hati yang getarannya sudah terbalik. Perbuatan yang ia jalankan adalah perbuatan yang buruk tetapi frekuensi yang muncul adalah frekuensi kebaikan. Hati yang sakit merupakan hati yang apabila kita berbuat baik frekuensi getaran muncul dengan sangat rendah sehingga hampir tidak terasa, sedangkan frekuensi keburukan sangat terasa oleh tubuh kita.
Pembeda antara cinta dengan nafsu sebenarnya ada pada diri kita sendiri. Yaitu melalui cahaya illahi yang dimanifestasikan melalui sebuah getaran hati. Getaran tersebut apabila kita sadari dapat membimbing kita ke jalan yang yang dicintai. Jalan itulah yang membuat kita semua bahagia baik di dunia maupun diakhirat. Getaran hati bisa muncul apabila hati sedang tidak sakit atau mati maka jagalah hati, jangan nodai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar