Rabu, 26 Desember 2007

Burung Terbang

Hari telah sore, petani dengan asyik ke sawah untuk melihat jagungnya yang mulai menua. Satu atau dua minggu lagi masa panen tiba. Di saat inilah jagung muda banyak dibakar karena rasanya gurih dan manis. Dimusim seperti ini selain jagung, anak-anak biasanya tiap sore melihat ke atas langit. Ada hiburan tersendiri di sana. Bukan bintang atau bulan tetapi burung-burung berterbangan. Burung Terik begitu orang kampung memberikan nama pada ribuan burung yang selalu datang pada musim jagung. Mereka terbang dari arah timur ke barat. Demikianlah salah seorang warga Kabupaten Sragen menceritakan musim jagung.

Sayang sekarang burung Terik lenyap entah kemana tak bermigrasi lagi. Apakah ini membuktikan teori yang menyaatakan bahwa manusia dahulu selalu bermigrasi dan burung tersebut sekarang sudah bisa bertani. Mengenaskan lagi jika burung tersebut punah karena kerusakan lingkungan yang sekarang sedang terjadi. Sayang jika burung tersebut memang benar-benar punah. Ribuan burung yang secara bersama-sama terbang selain indah juga penuh makna. Bukan saja keindahanya yang hilang tapi makna dari burung terbang juga sulit digambarkan atau dibuktikan.

Untung saja masih ada walaupun jauh melihat burung bermigrasi. Jika ingin melihat burung terbang secara berkelompok bermigrasi, di Eropa, Amerika atau di Afrika masih ada cerita burung bermigrasi. Atau lebih enak kita melihat segerombolan burung pipit yang terbang disawah. Akan nampaklah keindahan burung yang terbang bersama-sama.

Burung yang sosialis secara insting mampu bekerjasama, bahu membahu mencapai tujuan tertentu. Burung jika pisah dari rombongan pastilah dia tidak akan mencapai tujuan bahkan mungkin terkapar mati dan dimangsa musang atau elang. Bentuk kerjasama mereka adalah formasi terbang dan kepakannya.

Burung yang berkelompok mengepak secara bersama-sama, kompak agar angin yang ditimbulkan dari kepakan tersebut lebih kuat. Kedua burung juga membentuk suatu formasi tertentu. Atau seorang motivator menyebut sebagai formasi “V”. dengan formasi inilah burung dapat lebih ringan jika terbang bersama-sama.

Formasi V merupakan bentuk seperti anak panah atau sekarang yang sering kita lihat adalah sayap pesawat. Hal ini membuktikan bahwa burung terbang sudah menggunakan teknologi yang tinggi dengan kerjasamanya yang tertata rapi.

Sayap pesawat jika dilihat meniru formasi burung tersebut. Architek pesawat pasti telah memperhitungkan keuntungan dengan formasi tersebut. Formasi huruf V membuat udara mendorong dari belakang. Dengan dorongan ini maka terbang akan terasa lebih ringan dan cepat. Mobil F1 pun sekarang meniru formasi V tersebut.

Tidak ada komentar: