”Menikahlah engkau sebenarnya dengan menikah engkau telah melaksanakan setengah dari agamamu”
”Aku turunkan pemimpin dimuka bumi”
Ini merupakan tulisan yang telah saya edit dari sebuah tulisan saya sendiri tentang hakikat manusia. Mengapa kita disuruh menikah? Yah pertanyaan tersebutlah yang membuat saya menemukan jawaban yang belum tentu benar tetapi bisa dijadikan satu referensi (dasar pemikiran) untuk memutuskan suatu pernikahan. Belum tentu benar karena cara pandang tulisan ini berbeda yaitu memandang bahwa menikah adalah salah satu tugas yang dijalankan oleh manusia. Tugas atau perintah tersebut selain tertulis dalan tektual, terekam dalam indera, juga dapat kita rasakan dalam diri kita melalui cahaya ilahiyah.
Tertera dalam tulisan apabila kita melihat perintah tersebut dari Al-Kitab, Al Huda, Al Bayyan yang terdapat dalam Muhyaff Al Qur’an. Dengan berdasarkan tulisan tersebut kita akan mengetahui apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. Apabila kita mendasarkan haya pada tulisan , layaknya sebuah undang-undang. Yaitu adanya hak dan kewajiban seseorang apabila seseornag berbuat melanggar peraturan akan dihukum dan sebaliknya apabila dia berbuat sesuai kewajibannya diberikanlah haknya. Sayang tulisan tersebut harus kita hafal apalagi kala teks tersebut dalam bahasa lain, tidak Cuma dihafal juga harus diterjemahkan dan dihafalkan terjemahannya.
Cara pandang kedua melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada pada tekstertulis. Cara pandang ini berlaku untuk sebuah pemahaman dari apa yang kita lihat dari lingkungan sekitar. Alam sekitar kita sebenarnya merupakan ayat-ayat ilahiah yang tampak mata (ayat kauniah). Ayat-ayat ini juga menunjukkan bagaimana seharusnya kita bertindak. Akan tetapi kita harus pandai-pandai menerjemahkan bahasanya dengan pemahaman kita. Sering sekali dengan pemahaman inilah kita terjerumus pada kesesatan untuk itu perlu adanya sebuah petunjuk lagi yang dinamakan cahaya ilahiyah.
Cahaya ilahiyah selalu benar menerangi kita menuju kebaikan dan membimbing kita agar berjalan kejalan yang lurus. Seperti yang kita ucapkan berkali-kali dalam sholat. Tunjukanlah aku jalan yang lurus! Amin. Jalan yang lurus adalah jalan yang paling efektif menuju tujuan. Misalnya kita dari solo ingin ke Bogor, jalan yang benar banyak bisa lewat bandung tetapi jalan yang paling lurus hanya satu. Itulah jalan yang efektif yaitu jalan yang diberi cahaya oleh Allah.
Dengan sedikit uraian terseut marilah kita bahas mengapa kita menikah. Menikah sering sekali digunakan manusia untuk memuaskan nafsu belaka. Mereka tidak memandang perintah tersebut dengan pemahaman ayat kauniah dan cahaya ilahiayah. Itulah sebabnya banyak sekali kasus-kasus dalam rumah tangga. Untuk itu saya menyarankan sebuah ayat-ayat kauniah pernikahan karena saya belum begitu menghafal ayat-ayat tertulisnya.
Tugas manusia
Manusia sebagai makluk hidup layaknya mahluk hidup lainnya dalam melaksanakan tugas. Apa yang dipelajari dalam bidang biologi di sekolah menengah dahulu kita gunakan untuk mencari tugas manusia. Sebagaimana dijelaskan oleh guru biologi makhluk hidup mempunyai ciri memerlukan makanan. Makanan merupakan materi pokok agar bisa mempertahankan hidup. Tumbuh-tumbuhan perlu air dan mineral, hewan ada yang butuh rerumputan ada juga yang membutuhkan daging. Semuanya membutuhkan makanan dan semua berusaha mencari sumber makanan tersebut. Hal inilah yang menjadi tugas makhluk hidup yaitu mencari makanan.
Sebuah pohon yang kelihatannya diam, tanpa bergerak (kecuali apabila tertiup angin), jika diteliti mempunyai perjuangan keras dalam mendapatkan makanan. Pohon-pohon tersebut menggali tanah-tanah melalui akarnya dan tak jarang batupun bisa dipecahkannya untuk mendapatkan makanan. Batang yang besarnya satu depa tanganpun digerakkannya perlahan-lahan sekali agar daun-daun mendapatkan sinar untuk memasak makanan yang didapatkan dari tanah. Betapa beratnya tumbuh-tmbuhan bekerja untuk mendapatkan makanan.
Selain proses mencari makan tersebut yang dapat ditiru oleh manusia, pohon juga memberikan sebuah tauladan yang tak ternilai hebatnya. Dia menyisakan makanan untuk calon keturunannya. Buah yang berisi embrio kehidupan, di situ sudah tersedia makanan untuk anaknya yang entah dia akan menjadi seperti induknya (hidup) atau tidak (mati). Selain itu, dia juga dengan ikhlas tanpa berontak apabila makanan untuk anaknya diambil binatang atau manusia untuk dijadkan makanan. Pohon tersebut hanya pasrah kepada yang menciptakannya, tak pernah mengeluh, juga tak pernah berontak dan dia jalani saja apa yang menjadi tugasnya. Seolah-olah pohon tersebut tak meminta haknya hanya saja Allah maha adil sehingga pohon yang begitu tulus tersebut tetap bisa hidup. Dialah sumber kehidupan bagi semua makhluk yang ada di muka bumi.
Jika kita melihat hewan sama mereka mencari makanan. Seekor induk ayam dengan beberapa anaknya bersama-sama keluyuran ke pekarangan untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal parungnya. Kadang anak-anak tersebut kelihatan bermain-main ditaman saling lempar ejekan dan penuh canda tawa. Apabila induknya mendapatkan makanan mereka berlarian mendekat seolah meminta jatah. Induknya dengan segala kearifan dan kebijaksanaan membaginya. Di sana tak ada protes anak bahwa induknya pilih kasih. Mereka hidup bersama-sama, mencari makan bersama-sama, seolah tak takut tidak mendapatkannya. Mereka hanya berjalan-jalan ditaman dan kenyang.
Ada juga burung, pagi-pagi sebelum subuh sudah berkeliaran melaksanakan pemanasan. Setelah penglihatan mereka berfungsi karena cahaya matahari, mereka tanpa khawatir tidak mendapatkan makanan pergi entah kemana, bersamaan membukanya mata anak-anaknya. Tak lama burung tersebut kembali dengan menjepit makanan diparuhnya. Sungguh pemandangan yang indah burung tersebut membagi makanan buat anak-anaknya dengan adil dan bijaksana. Selesai memberi makan tanpa istirahat dia terbang lagi entah kemana dan kembali menjepit makanan lagi. Entah berapa kali dan sampai kapan burung menjalani hari-harinya seperti itu. Dia juga tak pernah merasakan capek dan tak pernah protes kepada siapapun, yang penting dia menjalaninya tanpa perlu disanjung, dipuji bahkan mengharapkan ganti diopeni anaknya kelak. Yang penting baginya nyawa anak-anak bisa menjadi burung layaknya ia.
Semua alam apabila kita perhatikan merupakan suatu keindahan bagi kita yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Indah memang apabila kita dapat meniru mereka dalam mencari makanan. Manusia harus bekerja keras memecah batu cadas guna mendapatkan makanan, dan selayaknyalah makanan tersebut tidak untuk kita sendiri. Ada diantara anak, saudara dan tetangga yang masih kekurangan sebaiknyalah kita hanya makan seperlunya dan yang lain kita berikan kepada mereka yang kekurangan tersebut. Itu adalah tugas makhluk hidup, manusia adalah makhluk hidup, sama mempunyai tugas mencari makanan yang digunakan untuk mempertahankan hidup baik dirinya sendiri orang lain maupun makhluk lain.
Makhluk yang sangat mengagumkan adalah semut. Semut adalah makhluk yang super sosial. Sebuah artikel yang kuperoleh dari teman-teman waktu melakukan rapat kerja Center of Excelent Student, sebuah organisasi penelitian extra kampus. Dalam artikel y6ang ditulis oleh Iwan Sanwani mengungkapkan semut berjalan berputar-putar atau zigzag, maka artinya semut tersebut sedang mencari sumber makan untuk kaumnya. Bila menemukan sepotong daging, kembang gula atau obyek lainnya dijamin ia tidak akan menghabiskan atau mengangkutnya sendiri. Ia akan berputar-putar sejenak untuk mengukur dan menghitung-hitung berapa semut yang diperlukan untuk membawanya. Pulang kesarang lagi dan berjalan lurus dengan melepas zat asam sebagai petuntuk. Kemudian semut tersebut melaporkan kepada kelompoknya dan semut-semut pekerja berjalan lurus sesuai navigasi yang diberikan oleh semut tadi.
Semut dengan sangat disiplin mengangkut makanan tadi. Sampai-sampai jika kita memberi gula didekat jalur tadi semut pekerja tidak akan belok untuk mencari makan di sana. Bukan hanya itu apabila ada semut yang keluar dari jalurnya telah ada penjaga semut dengan capit dikepalanya siap untuk memotong semut yang mbalelo. Mereka menimbun makanan-makanan tersebut sampai memperoleh makanan yang cukup untuk bekal menghadapi musim penghujan. Tidak ada makanan yang sisa sehinga basi, tidak pula ada semut yang kekurangan makanan. Mereka sangat pandai memprediksi berapa makanan yang dibutuhkan untuk satu tahun yang akan datang. Makanan itulah yang dibutuhkan bukan untuk perseorangan tetapi untuk semua kaum yang menjadi kelompoknya. Itulah makna hidup manusia jika ingin tentram mencari makan bukan untuk dirinya sendiri tapi digunakan untuk menghidupi kaumnya dan juga diperkirakan bukan hanya jangka pendek tetapi juga memikirkan jangka panjangnya.
Ada sedikit yang menggangu pikiran saya ketika membaca kisah Siti Maryam. Ibu Isa tersebut tiba-tiba memperoleh makanan padahal beliau hanya ada di kamar. Tak ada pula yang mengirim makanan selama beliau di kamar. Setelah ditanya dari mana makanan tersebut beliau hanya menjawab ”pemberian Tuhan”. Secara ilmiah memang tidak mungkin makanan datang secara tiba-tiba masuk ke kamar akan tetapi hal itu ternyata bisa terjadi dikehidupan super modern kelak. Hal yang hampir serupa dialami oleh seorang asisten ilmiah Prof. Habibi. Entah, saya lupa namanya yang jelas beliau hanya tinggal dikamar bersama sebuah komputer. Beliaulah yang menuliskan rumus-rumus mekanika kapal terbang. Setelah artikel yang dibuatnya selesai dia mengirimkannya kepada Habibi yang berada di Jerman via internet. Habibipun mempresentasikan artikel tersebut dan mendapatkan beberapa upah atas penemuannya. Dan sebagai imbalannya semua kebutuhan asisten beliau dijamin oleh Habibi. Datanglah makanan tersebut ke kamarnya padahal dia tidak pergi kemana-mana. Kemungkinan kisah-kisah Maryam terjadi lagi pada era super modern, pada saat manusia bisa mengirim makanan lewat internet. Maha besar Allah yang telah menciptakan manusia dengan segala kelebihannya.
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tugas manusia adalah mencari makanan untuk mempertahankan hidupnya, manusia lainnya atau untuk kelangsungan hidup makhluk-makhluk yang lainnya. Cara mencarinya beragam yang jelas ada yang jela kita tidak perlu takut tidak mendapatkan makanan. Sesungguhnya Allah Maha Adil dan Bijaksana.
Tugas kedua manusia terlihat ketika ikan salmon bermigrasi kehulu sungai. Gerombolan salmon-salmon berjuang kehulu sungai melawan arus sungai. Seperti tak mengenal lelah kadang mereka harus menanjaki air terjun. Mereka menempuh perjalanan yang penuh bahaya. Dan tak jarang mereka masuk perangkap beruang yang menanti kelelahan mereka, diujung riaknya air sungai. Sesampainya dihulu atau tempat yang diinginkan mereka hanya ingin meletakkan telur disana. Hanya meletakkan telur harus berjuang mempertaruhkan nyawa? Memang itulah tugasnya dan ikan salmon menjalani tanpa protes. Dengan perjuangannya tersebut sampai sekarang ikan-ikan salmon masih ada. Berkat perjuangannya tersebut banyak anak-anak beruang yang bisa hidup, banyak bangau-bangau juga hidup karena induknya mendapatkan salmon yang mati kelelahan dan diberikan kepada anak beruang atau anak bangau. Keindahan perjuangan mereka terekam dalam kamera dan disiarkan dalam televisi-telesisi.
Tugas kedua manusia terlihat ketika ikan salmon bermigrasi kehulu sungai. Gerombolan salmon-salmon berjuang kehulu sungai melawan arus sungai. Seperti tak mengenal lelah kadang mereka harus menanjaki air terjun. Mereka menempuh perjalanan yang penuh bahaya. Dan tak jarang mereka masuk perangkap beruang yang menanti kelelahan mereka, diujung riaknya air sungai. Sesampainya dihulu atau tempat yang diinginkan mereka hanya ingin meletakkan telur disana. Hanya meletakkan telur harus berjuang mempertaruhkan nyawa? Memang itulah tugasnya dan ikan salmon menjalani tanpa protes. Dengan perjuangannya tersebut sampai sekarang ikan-ikan salmon masih ada. Berkat perjuangannya tersebut banyak anak-anak beruang yang bisa hidup, banyak bangau-bangau juga hidup karena induknya mendapatkan salmon yang mati kelelahan dan diberikan kepada anak beruang atau anak bangau. Keindahan perjuangan mereka terekam dalam kamera dan disiarkan dalam televisi-telesisi.
Tidak hanya salmon yang bermigrasi, burungpun pada musim-musim tertentu bermigrasi ketempat tertentu bahkan melewati lautan lepas. Sesampainya ditempat tujuan mereka itu saling kenalan dan melangsungkan pesta perkawinan dan mempunyai keturunan setelah itu bermigrasi lagi ketempat semula untuk menjalani kehidupan berikutnya. Itulah perjuangan makhluk hidup yang hanya untuk melestarikan kehidupan jenisnya. Semua perjuangan tersebut dijalani burung dengan ikhlas tanpa ada yang berontak. Bayangkan jika salah satu saja berontak. Salmon mungkin akan mati dan tak punya keturunan lagi atau mungkin tak dapat disebut salmon lagi karena berevolusi menjadi jenis ikan lain walaupun tubuhnya mirip salmon. Begitu juga burung jika tidak bermigrasi akan mati dan tidak punya keturunan.
Manusia sebagai makhluk hidup juga mempunyai tugas yang sama yaitu melestarikan keturunan. Tugas tersebut diaplikasikan pada bentuk pernikahan. Pernikahan tersebutlah yang menyebabkan kita manusia masih ada sampai sekarang. Pernikahan tersebutlah yang memerlukan perjuangan dan keikhlasan salmon atau burung disana. Sebuah perjuangan yang harus mempertaruhkan nyawa apabila seorang ibu melahirkan. Perjuangan tersebutlah yang disebutkan dalam sebuah hadis bahwa pernikahan merupakan setengah dari agama islam. Agama islam adalah agama alam semesta ini, agama yang dianut oleh ikan salmon dan burung-burung itu pula.
Di dalam perkawinan antar manusia ada aturan-aturan tertentu. Aturan tersebut bertujuan agar mendapatkan keturunan yang baik. Misalnya peraturan tidak boleh menikah dengan saudara sedarah. Peraturan itu bisa dipelajari dari sifat genetika biologi dahulu. Apabila terjadi pertemuan kedua gen yang mempunyai sifat respien tertentu kemungkinan terjadinya kecacatan sangat besar pada keturunan selanjutnya. Misalnya ada orang yang buta warna. Itulah aturan Allah yang maha mengetahui sebelum manusia mengetahui. Betapa mulianya Allah memikirkan dan melestarikan keturunan manusia.
Ada hal unik lain dalam melestarikan keturunan yang terjadi pada lebah, semut dan sejenisnya. Jarang sekali dari mereka yang mampu mempunyai keturunan. Dari beratus-ratus ribu semut dalam satu kelompok hanya ada satu induk. Bagaimana semut-semut yang lain. Mereka melaksanakan tugas memberikan makan kepada induk tersebut dan mengasuh anak-anak induk tersebut. Tak jarang mereka harus melepaskan nyawa untuk melindungi induknya. Bahkan ada pula yang meneliti pada jenis-jenis semut tertentu mereka saling bunuh untuk membuat jumlah mereka seimbang. Dari sanalah kita akan tahu betapa besarnya pengorbanan yang harus dikeluarkan hanya untuk melestarikan keturunan.
Perkawinan dikatakan dalam sebuah hadist sebagai setengah dari pelaksanaan agama islam. Dengan, demikian tugas manusia masih ada setengannya lagi. Yah tugas ketiga atau keempat. Hal itu ternyata terdapat dalam surat Al Baqarah sekitar ayat 30an dan diulang-ulang lagi disurat yang lain bahwa manusia diturunkan dimuka bumi untuk menjadi khalifah (wakil atau pemimpin). Pemimpin dalam arti luas bukan saja memimpin manusia saja tetapi juga memimpin binatang, tumbuhan, dan apa saja yang terdapat di muka bumi ini. Tujuan kepemimpinan alam semesta adalah agar terjadi keseimbangan alam. Tetapi karena manusia hanya memperebutkan kursi kepemimpinan manusia dan jarang yang mau menjadi pemimpin alam maka yang terjadi sekarang adalah ketidakseimbangan alam. Alam mulai berontak dengan berbagai gempa, ada juga banjir dan bahkan muncul lahar bukan digunung tapi di tambang minyak bumi.
Dari uraian tersebut maka jelaslah sudah tugas manusia di muka bumi ini yaitu mencari makan, melestarikan keturunan dan menjadi pemimpin alam. Mencari makanan diaplikasikan dalam bentuk bekerja. Melestarikan keturunan diaplikasikan dalam pernikahan dan menjadi pemimpin selain diaplikasikan memimpin anak juga menyeimbangkan alam. Masih ada tugas-tugas lain manusia, karena tugas tersebut belum saya diketahui mari kita mencari bersama-sama apabila menemukan tolong saya diberitahu sehingga dapat melengkapi artikel ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar