Berduyun-duyun moeslim seluruh dunia mendatangi kot makkah untuk melaksanakan kewajibannya ritual haji. Yang jadi pertanyaan mengapa kutuliskan musim haji sebagai hadiah pernikahan Ika dan Deni.
Nikah berarti melaksanakan tugas melestarikan keturunan. Hal inilah yang dicontohkan oleh nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Sampai-sampai mereka gundah gulana puluhan tahun tidak dititipi keturunan juga oleh Allah.
Ritual-ritual haji merupakan napak tilas pasangan itu yang berjuang mendapatkan seorang anak yang saleh. Wukuf merupakan perjangan seorang ibu bermalam di gurun yang gersang dan sai merupakan perjuangan siti hajar lari kesana kemari untuk mencari makan.
Perjuagan Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail inilah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Perjuangan keluarga yang menghasilkan keturunan bagi nabi-nabi lainnya. Sehigga Ibrahim disebut bapaknya para Haji. Semoga perjuangan itu menjadi inspirasi dalam pernikahan Ika dan Deni.
Ada tiga aspek dalam ritual korban tauhid, social dan khalifah. Tauhid memandang korban sebagai perjuangan melawan sekutu-sekutu Allah. Ibrahim diberi pilihan Allah atau Ismail. Dan orang-orang yang berkorban berjuang memilih Allah atau Harta yang semua diwakili oleh binatang, kambing atau sapi. Setelah membunuh sekutu Allah, diberikanlah kepada fakir miskin berupa daging.
Aspek yang terakhir menunjukkan cinta kasih pada alam. Pada waktu menyebelih harus mengucapkan basmalah yag artinya Atas Nama Tuhan kalimat yang disadur oleh Soekarno ketika memplokamirkan kemerdekaan (atas Nama Bangsa Indonesia). Cinta pada alam begitulah fungsi kekhalifahan, ternyata pada pemotongan sapi dan kambing atau binatang lainnya untuk menjaga populasinya agar imbang. Tidak hanya keseimbangan alam manfaat korban, tetapi keseimbangan ekonomi. Seperti ang kita ketahui bahwa yang mempunyai binatang korban kebanyakan orang-orang yang tingkat ekonominya rendah.
Puluhan tahun yang lalu pada tanggal 22-23 Desember perwakilan perempuan seluruh Indonesia berkumpul di Yogyakarta. Untuk memperingati momen itu dibangunlah gedung wanita tama Yogyakarta. Kini setiap tanggal 22 Desember dijadikan Hari Ibu.
Tepat tanggal 22 Desember 2007 seorang sahabatku menjadi ibu ruah tangga. Semoga dia menjadi ibu dengan semangat hari ibu: menentang kekerasan pada perempuan, emansipasi gender dalam pendidikan, mendidik anak dengan ketulusan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar